Tuesday, October 23, 2012

Penyakit Rematik Bagus Mandi Air Garam

mandi berendam garam
Mandi bukan cuma aktivitas wajib untuk membersihkan tubuh. Di balik kesegaran yang didapat, ternyata mandi juga mempunyai berbagai khasiat untuk kecantikan dan kesehatan. Mandi juga terdiri atas berbagai jenis, misalnya Anda tentu sudah pernah mendengar tentang mandi susu atau mandi bunga. Namun, bagaimana dengan mandi garam? Apa manfaatnya?

Garam ternyata dapat digunakan sebagai bahan pelengkap saat kita mandi. Garam yang digunakan biasanya dicampur dengan minyak atsiri atau essential oil (minyak nabati yang berwujud cairan kental dan mudah menguap pada suhu ruang sehingga memberikan aroma yang khas) yang mengandung melati, lavender, dan sebagainya. Garam mandi jenis ini banyak dijual di toko kosmetik atau peralatan spa.

Mandi garam berkhasiat untuk menghilangkan kepenatan dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Racun tersebut dibuang lewat pori-pori kulit dan kering. Berendam dalam air garam tidak memiliki efek samping. Air garam diketahui mengurangi efek inflamasi pada sendi sehingga rasa nyerinya berkurang.

Para peneliti dari Universitas Manchester, Inggris. Mereka menemukan bagaimana pemuaian sel-sel tubuh bisa mengontrol inflamasi, yakni respon sistem imun terhadap cedera atau infeksi.

Dalam penelitian terhadap tikus di laboratorium, diketahui tikus yang disuntikkan air garam di area inflamasi, pembengkakannya berkurang setelah air dari sel-sel yang mengembang itu dihisap kembali.

Vincent Compan, peneliti dari Universitas Manchester mengatakan, sel-sel dalam tubuh pasien artritis mengalami pengembangan, namun air garam bisa menguranginya dengan cara mengeringkannya.

Air garam bekerja dengan cara yang sama, baik itu disuntikkan ke dalam tubuh atau diserap lewat kulit setelah pasien berendam atau mencelupkan perban ke dalam air garam. Hal ini bisa menjelaskan mengapa pasien rematik yang berendam di air panas pegunungan merasakan gejala sakitnya berkurang.

"Kami menemukan cairan hipotonik atau rendah kandungan garamnya, justru mengaktifkan peradangan pada level molekul," kata Dr.Pablo Pelegrin, salah satu peneliti.

Ia menambahkan, penggunaan osmoterapi (dehidrasi) dengan cairan hipertonik atau tinggi garam bisa membantu dalam tata laksana penyakit peradangan pada persendian, seperti artritis reumatoid. Apalagi, sampai saat ini belum ada obat yang bisa mengobati artritis reumatoid yang termasuk dalam penyakit autoimun itu.

Cara mandi garam :
  • Taburkan dua hingga tiga sendok makan garam kristal yang telah dicampur dengan essential oil ke dalam air mandi.
  • Aduk hingga garam larut dan merata.
  • Berendamlah sekitar 20 menit, kemudian bilas tubuh dengan air hangat.

Menerima pemesanan melia propolis dan melia biyang

Ditulis Oleh : admin propolis Jam : 7:46 AM Kategori: